Senin, 12 November 2012


Platyhelminthes








                        Disusun oleh :
                        Ketua                           : Luqman r.


 Pengertian :
Platyhelminthes = (dalam bahasa yunani, platy = pipih, helminthes = cacing)
Jadi platyhelminthes adalah cacing yang berbentuk pipih.
Platyhelminthes kelompok hewan yang struktur tubuhnya sudah lebih maju dibandingkan porifera dan Coelenterata. Adapun ciri-ciri platyhelminthes adalah sebagai berikut :

Ciri-ciri platyhelminthes :
1.       hidup di air
2.       Tubuh simetri bilateral
Yaitu : tubuh yang tidak memiliki tulang belakang
3.       Memiliki sistem saraf pusat
4.       Belum memiliki anus
5.       Berbentuk pipih seperti daun atau pita
6.       kelompok Triploblastik Aselomata
triplobastik adalah hewan yang dari tiga lapisan sel yaitu ekstoderm, mesoderm, dan endoderm.
1.    Ekstrodem adalah merupakan lapisan luar yang akan berkembang menjadi kulit
2.    Mesoderm adalah lapisan tengah akan berkembang menjadi otot –otot dan beberapa organ tubuh
3.    Endoderm adalah lapisan dalam yang akan berkembang menjadi alat pencernaan makanan.
7.      sebagai parasit pada organisme lain
8.      termasuk hewan aselomata
yaitu : tidak memiliki rongga tubuh
9.       sistem pencernaan satu lubang.
Yaitu : Sistem pencernaan pada Platyhelminthes terdiri dari mulut, faring dan usus. Usus tersebar ke seluruh tubuh. Karena Platyhelminthes tidak memiliki anus, maka sistem pencernaan Platyhelminthes disebut juga sistem pencernaan satu lubang.
10.  Sistem syaraf tangga tali
Yaitu : pusat susunan saraf yang disebut sebagai ganglia otak terdapat di bagian kepala dan berjumlah sepasang. Dari kedua ganglion otak tersebut keluar tali saraf sisi yang memanjang di bagian kiri dan kanan tubuh yang dihubungkan dengan serabut saraf melintang

Jenis Platyhelminthes dikelompokan menjadi tiga kelas, yaitu
1.    Turbellaria (cacing rambut getar),
2.    Trematoda (cacing isap), dan
3.    Cestoda (caing pita).


1.      Turbellaria (cacing rambut getar)
Ciri-ciri :
1.      Non-parasit (kelas yang hidup bebas)
2.      Menggunakan bulu getar sebagai alat gerak
Contoh :
Planaria(Dugesia)
            Ciri-ciri :
1.      Memiliki silia. Silia adalah alat untuk membantu bergerak
2.      Memilik sel api .
Sel api adalah sel berbentuk gelembung berisi seberkas silia dan terdapat lubang di bagian tengah gelembung itu. Fungsi dari sel api ini sebagai sistem ekskresi yang terdiri dari serangkaian kana-kanal yang saling berhubungan di sepanjang kedua sisi longitudinal tubuhnya.
3.      Terdapat sepasang bintik mata.
Berfungsi untuk membedakan keadaan gelap dan terang
4.       Lebih menyukai  tempat gelap
5.      Bersifat Hermafradit
Yaitu : Organ reproduksi jantan dan betina berada di dalam satu individu Platyhelminthes
2.     Trematoda (Cacing Isap)
Ciri-ciri :
1.      termasuk kelas yang parasit
2.      memiliki alat hisap. 
3.      umumnya hidup di dalam hati, usus, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah vertebrata
Contoh :
            cacing hati ternak (Fasciola hepatica)
Ciri-ciri :
1.      dapat menginfeksi manusia
Telur Larva Mirasidium masuk ke dalam tubuh siput Lymnea Sporokista  berkembang menjadi Larva (II) : Redia Larva (III) : Serkaria yang berekor, kemudian keluar dari tubuh keong Kista yang menempel pada tetumbuhan air (terutama selada air Nasturqium officinale) kemudian termakan hewan ternak (dapat tertular ke orang, apabila memakan selada air) masuk ke tubuh dan menjadi Cacing dewasa menyebabkan Fascioliasis.
2.      Memiliki alat penghisap pada bagian mulut
Berfungsi menempelkan cacing hati pada inangnya untuk mendapatkan makanan
3.      Bersifat hetmafrodit
                                 Schistosoma japonicum
                Ciri-ciri :
1.       hidup dipembuluh darah
2.       Memiliki hospes perantara Siput
3.     CESTODA (Cacing Pita)
Ciri-ciri :
1.      bersifat parasit
karena menyerap sari makan dari usus halus inangnya.Sari makanan diserap langsung oleh seluruh permukaan tubuhnya karena cacing ini tidak memiliki mulut dan pencernaan (usus).
2.      Tubuh tertutup kutikula
3.      hidupnya parasit pada alat pencernaan hewan
4.      kulit yang dilapisi kitin
kitin berguna untuk menghindari  tercemar oleh enzim di usus inang
            Contoh :
                        Taenia solium  (Cacing pita manusia)
                Ciri-ciri :
1.       Proglotid yang matang menjadi alat reproduksinya
Proglotid adalah Tubuh yang terdiri dari rangkaian segmen-segmen yang masing-masing itu disebut proglotid
2.       Memiliki hospes perantara Babi.
Siklus hidup :
Proglotid (bersama feces) -> mencemari makanan babi -> babi -> usus babi (telur menetas jadi hexacan) -> aliran darah -> otot/daging (sistiserkus) -> manusia -> usus manusia (sistiserkus pecah -> skolex menempel di dinding usus) -> sampai dewasa di manusia -> keluar bersama feces
Diphyllobothrium latum
                Ciri-ciri :
1.       Parasit pada manusia
2.       hospes perantara berupa katak sawah
  (Rana cancrivora), ikan
Reproduksi :
            Platyhelminthes bereproduksi dengan cara :
1.      seksual dan
2.      aseksual.
Artinya yaitu :
1.      Pada Reproduksi seksual terjadi fertilisasi di dalam tubuh Platyhelminthes. Fertilisasi dapat dilakukan oleh sendiri atau dua individu.
-          Pada reproduksi seksual akan menghasilkan gamet.Fertilisasi ovum oleh sperma terjadi di dalam tubuh (internal).Fertilisasi dapat dilakukan sendiri ataupun dengan pasangan lain
2.      aseksual dilakukan dengan cara membelah diri (fragmentasi). Setelah membelah, bagian potongan tubuh tersebut mengalami regenerasi dan tumbuh menjadi individu baru
-          Reproduksi aseksual tidak dilakukan oleh semua Platyhelminthes.Kelompok Platyhelminthes tertentu dapat melakukan reproduksi aseksual dengan cara membelah diri (fragmentasi), kemudian regenerasi potongan tubuh tersebut menjadi individu baru.
Siklus hidup :
Platyhelminthes parasit : cacing dewasa – telur – larva bersilia – inang perantara – sarkaria – sarkaria berenang ke rumput.
Platyhelminthes hidup bebas : Platyhelminthes yang hidup bebas memakan hewan-hewan dan tumbuhan kecil atau zat organik lainnya seperti sisa organisme

Peranan platyhelminthes  :
Sebagian besar anggota dari filum ini bersifat merugikan.

Peranan positif :
1.      Planaria , dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan
Peran negatif  :
1.      genus Schistosoma yang dapat menyebabkan skistosomiasis, penyakit parasit yang ditularkan melalui siput air tawar pada manusia. Apabila cacing tersebut berkembang di tubuh manusia, dapat terjadi kerusakan jaringan dan organ seperti kandung kemih, ureter, hati, limpa, dan ginjal manusia.
Kerusakan tersebut disebabkan perkembanganbiakan cacing Schistosoma di dalam tubuh hingga menyebabkan reaksi imunitas. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia
2.      Clonorchis sinensis yang menyebabkan infeksi cacing hati pada manusia dan hewan mamalia lainnya .  Spesies ini dapat menghisap darah manusia
3.      Scutariella didactyla yang menyerang udang jenis Trogocaris dengan cara menghisap cairan tubuh udang tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar